Makna Ukhwah: Ikhtiar untuk Mewujudkan Kedamaian

Pada hakikatnya, ukhwah adalah sikap tulus untuk menganggap orang lain sebagai bagian dari kita, meski berbeda agama, etnis, ras dan lain sebagainya.


Persaudaraan (ukhuwah) merupakan kunci bagi upaya mewujudkan kedamaian. Persaudaraan bisa terwujud jika masing-masing orang mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Kepentingan pribadi dan kelompok biasanya terjadi karena didorong oleh sifat mau menang sendiri, sombong, angkuh, dan sebagainya. Jika hal ini terjadi maka persaudaraan mustahil bisa terjadi. Bahkan sebaliknya, yang muncul justru permusuhan, percekcokan dan lainnya.

Islam adalah agama rahmat dan cinta damai. Ia mengajarkan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Sebagaimana termaktub dalam al-quran :

إنما الموءمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم واتقوالله لعلكم ترحمون 

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (Q.49:10)

Hal ini tidak berarti islam mengajarkan permusuhan dengan pemeluk agama lain, karena islam adalah agama rahmatan lil alamin. Dengan siapa saja kita sebagai umat islam harus memperlakukan orang lain dengan kasih dan sayang.

Pada hakikatnya, ukhwah adalah sikap tulus untuk menganggap orang lain sebagai bagian dari kita, meski berbeda agama, etnis, ras dan lain sebagainya. Dalam prakteknya, ukhwah harus disesuaikan dengan konteks sosial-budaya tertentu. Dalam konteks Indonesia, ukhwah dimaknai memiliki tiga ranah yang saling berkaitan antara satu dan lainnya, dan umat islam seharusnya bisa mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga macam ukhwah tersebut adalah;

Ukhwah Islamiyah

Persaudaraan seagama atau persaudaraan yang didasarkan atas kesamaan iman. Dalam islam dikenal istilah umat yang berarti tentang pentingnya persaudaraan umat islam di mana pun berada, tanpa mengenal perbedaan ras (warna kulit), suku, bangsa.

Ukhwah Wathaniyah

Persaudaraan sebangsa atau persaudaraan yang berdasar atas kesamaan kebangsaan. Bangsa ibarat rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat bersama, meski penghuninya berbeda-beda, bai agama, suku dan ras-nya.

Ukwah Basyariyah

Persaudaraan kemanusiaan adalah persaudaraan yang didasarkan atas kesamaan sebagai makhluk, ciptaan dari al-Khaliq. Jenis persaudaraan ini lebih terbuka lagi. Jadi, sesama manusia memiliki tanggung jawab moral bersama untuk membangun persaudaraan di muka bumi.

Tiga macam ukhwah diatas selaras dengan pantun yang sangat popular sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Madura:

Namen magi’ tombu sokon

Tabing kerrep bannya’ kalana

Pongpong gi’ odi’ madda parokon

Ma’ le salamet pola tengkana

(Menanam biji asam tumbuh sukun

Gedheg rapat banyak kalajekingnya

Mumpung masih di dunia marilah rukun

Agar selamat tingkah lakunya)

Pantun diatas megajarkan tentang pentingnya membangun persaudaraan dalam kehidupan ini.

Bile cempa palotan

Bile kanca taretan

(Beras campa itu ketan. Tiap teman itu saudara)

Saloka ini mengajarakan tentang pentingnya memperlakukan orang lain seperti saudara sendiri.

Dengan demikian, upaya mewujudkan kedamaian dalam kehidupan adalah buah dari penghambaan diri kepada Allah seharusnya memancar pada tindakan kita ketika melakukan hubungan dengan sesama dan makhluk Allah lainnya.

Penghambaan kita kepada Allah sejatinya didasarkan atas nilai cinta (al-mahabbah). Al-mahabbah (cinta) harus menjadi dasar untuk membangun kehidupan bersama di bumi ke arah kehidupan yang berkeadilan, toleran, setara, penuh persaudaraan dan ketulusan. Dari dasar inilah, kehidupan yang sejahtera dan penuh kedamaian akan terwujud. (21.07.2018)

BERIKAN KOMENTAR

Makna Ukhwah: Ikhtiar untuk Mewujudkan Kedamaian

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Image
Photo or GIF