LGBT: Ketika Seruan Nabi Luth Tak Lagi Didengar!

Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat bernilai pahala?


Selama beberapa pekan terakhir penutupan tahun 2017 kemarin, negeri kita sempat diramaikan silang pendapat tentang legalitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Pasca tertolaknya permohonan kelompok yang menamakan diri AILA (Aliansi Cinta Keluarga) Indonesia untuk mengkriminalisasi semua bentuk hubungan seks di luar nikah oleh Mahkamah Konstitusi–khususnya permohonan memperluas pasal perzinahan di KUHP—perdebatan tentangnya kembali mencuat ke permukaan.

Ini bukanlah hal baru, karena di dalam Al-Qur’an telah dicatat kisah prilaku seks yang menyimpang dan dalam pandangan Agama jelas dilarang. Al-Qur’an sendiri telah menceritakan diberangusnya kaum Nabi Luth yang cenderung mencintai sesama jenis (homoseksual). Tertera di dalamnya, bahwa prilaku seks sesama jenis ini sangat dilarang dan melanggar norma sosial maupun agama.

Walaupun terasa tabu dalam banyak pandangan sosial-masyarakat kita untuk dibicarakan, tapi secara spesifik dan terang, hal tersebut dijelaskan dalam Alqur’an. Ini mengisyaratkan bahwa seks tak selalu berada dalam lingkaran tabu dan terlarang. Lain daripada itu, bila dilakukan dengan cara yang baik sesuai dengan norma agama, seks justru memiliki nilai kesucian dan kedudukan pahala tersendiri:

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ  أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim)

Penulis ingin sedikit mengutip pendapat Kartini Kartono dalam bukunya “Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual” tentang aktifitas homoseksual supaya para pembaca bisa menilai sendiri perilaku menyimpang ini. Secara garis besar aktifitas mereka dalam bercinta ada tiga:

Pertama, Oral Erotism (hubungan seks dengan menggunakan mulut) di mana mulut pasangannya dianggap kelamin dan cuninglus yakni memanfaatkan lidah sebagai alat untuk menjilati bagian-bagian erotis pasangannya.

Kedua,Body Contact yakni sentuhan dengan menggunakan bagian-bagian tubuh tertentu dan Coitus Inter Famoral yakni pemanipulasian sela-sela paha pasangannya sebagai cara senggama.

Baca Juga:   Pemimpin dan Keseimbangan: Meneladani Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA

Ketiga,
Anal Sex yakni penetrasi kelamin terhadap anus pasangannya atau dikenal dengan semburit atau sodomi.

Mengenai penyebab prilaku seks sesama jenis ini, para seksologi berbeda pendapat. Ada yang berpendapat karena pembawaan, ada pula karena faktor psikis dan terdapat juga pendapat yang menarik dari Zakiah Darajat  bahwa homoseksual dan lesbian terjadi karena faktor lingkungan, semisal orang-orang yang hidup terpisah dari lawan jenisnya.

Pendapat Zakiah Darajat ini sepertinya yang seringkali terjadi di sekitar kita karena homoseksual dan lesbian banyak terjadi di rutan (rumah tahanan) dan terkadang-dalam kasus tertentu-juga sempat terjadi di asrama yang kerap dikelompokkan sesama jenis: termasuk Pondok Pesantren sebagai misal.

Allah Swt menjadikan manusia sebagai makhluk yang berpasang-pasangan. Ini merupakan fitrah dan karuniaNya dengan bentuk hubungan kasih sayang interpersonal yang saling memberi (take and give) dan saling pengertian (mutual understanding). Setiap laki-laki dan wanita memiliki kecenderungan mencintai, menyayangi dan hasrat memiliki.

Cinta tentu tak sebatas hubungan badaniah. Cinta tumbuh dalam kesucian ikatan yang mengasimilasikan ruh keduanya. Cinta tumbuh bila ada kecocokan atau kesesuaian, begitulah dikatakan banyak para pecinta.

Islam mengejawantahkan bentuk cinta ini dalam ikatan antara laki-laki dan perempuan. Di dalamnya, Allah Swt menjadikan fitrah manusia untuk mengatur keseimbangan alam semesta. Menjaga kelangsungan hidup ciptaannya dalam ikatan yang berlawanan jenis layaknya kutub magnet yang saling tarik menarik.

Bila cinta itu suci dan disalurkan melalui cara yang suci pula maka akan melahirkan generasi yang suci:

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ اِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ فَاَبَوَاهُ يُهَوّدَانِهِ وَ يُنَصّرَانِهِ وَ يُمَجّسَانِهِ، كَمَا تُنْتَجُ اْلبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ، هَلْ تُحِسُّوْنَ مِنْ جَدْعَاءَ؟ ثُمَّ يَقُوْلُ اَبُوْ هُرَيْرَةَ: وَ اقْرَءُوْا اِنْ شِئْتُمْ: فِطْرَتَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا، لاَ تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ. مسلم

Dari Abu Hurairah, bahwasanya dia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang anak yang dilahirkan melainkan terlahir atas fithrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi, sebagaimana binatang ternak dilahirkan (oleh induknya) dalam keadaan sempurna. Apakah kalian mengetahui ada yang telinganya terpotong ? Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian mau : Fithrotalloohillatii fathoron naasa ‘alaihaa, laa tabdiila likholqillaah. (Fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah). (Q.Ar-Ruum : 30)”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2047].

Baca Juga:   Tasawuf ala Nabi Muhammad SAW

Hadist ini menegaskan, bahwa sesungguhnya tiada perubahan dari fitrah dan sunnatullah, kecuali Allah sendiri menghendaki demikian. Mereka yang telah dianugerahi sebagai laki-laki ataupun sebagai perempuan hendaknya tetap menjalani fitrahnya dan beriman atas segala ketentuannya. Dalam hal ini Allah Swt telah mengambil perjanjian untuk setiap jiwa sebagaimana difirmankanNya:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu ?”. Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu ?”.

Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran). [QS. Al-A’raaf : 172-174]

Permasalahannya saat ini adalah masih ada saja kelompok yang ingin melegalkan LGBT ini dengan berdalih undang-undang yang berlaku di Indonesia, misalnya jaminan mengenai kebebasan berekspresi diatur dalam UUD 1945 Amendemen II, yaitu Pasal 28 E ayat (2) yang menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”.

Selanjutnya, dalam ayat (3) dinyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” Selain itu, UU RI No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia secara lebih dalam mengatur mengenai kebebasan berekspresi tersebut, dalam Pasal 22 ayat (3) UU itu menyebutkan, “Setiap orang bebas mempunyai, mengeluarkan, dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya secara lisan atau tulisan melalui media cetak maupun media cetak elektronik dengan memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa.”

Bahkan di Indonesia sudah terbentuk Kelompok  yang menamakan diri IGS (Indonesia Gay Society). Ada juga Kelompok Kerja Lesbian Dan Gay Nusantara (KKLGN) kemudian disingkat dengan GN (Gaya Nusantara). Pada tahun 2008 komnas HAM Indonesia yang diketuai oleh Yosep Adi Prasetyo selaku komisioner sub komisi pendidikan dan penyuluhan menggelorakan isu diskriminasi pada kaum penyuka sesama jenis ini.

Baca Juga:   Inklusivisme Intelektual: Belajar dari Gus Dur

Hal ini tentu mesti disikapi dengan bijak. Pengayoman kepada mereka yang terlanjur memiliki perilaku seks menyimpang tak hanya cukup ditangani secara medis maupun psikis yang temporal. Lebih penting daripada itu, pendekatan persuasif melalui penyadaran dan pendidikan sejak dini dan berkala mestilah ditanamkan, baik dari segi agama maupun dalam tinjauan kesehatan.

Untuk lebih meyakinkan bahwa Islam sebenarnya ingin menjadikan manusia hidup normal dan selamat dari penyakit fisik dan psikis, penulis ingin mengutip pakar kesehatan tentang penyakit yang akan timbul akibat prilaku seks menyimpang. Prof. DR. Abdul Hamid Al-Qudah, seorang spesialis penyakit kelamin menular dan AIDS di Asosiasi Kedokteran Islam Dunia (FIMA) menulis sebuah buku yang cukup menarik yang berjudul “Kaum Luth Masa Kini”.

Pada hal. 65-71 dari buku tersebut dijelaskan tentang bahaya yang ditimbulkan dari LGBT bagi kesehatan. Efek buruk yang ditimbulkan yaitu bahwa 78% pelaku homo seksual terjangkit penyakit kelamin menular. Kemudian dari penelitian yang dilakukan Cancer Research di Inggris, mendapatkan sebuah hasil bahwa homoseksual lebih rentan terkena kanker.

Penelitian lain dilakukan selama tahun 2001, 2003, dan 2005 dengan 1.493 pria dan 918 wanita yang mengaku sebagai gay dan lesbian. Ada sebanyak 1.116 wanita mengaku berorientasi biseksual. Hasil akhiir penelitian menunjukkan bahwa gay dapat dua kali lebih tinggi terkena resiko kanker apabila dibandingkan pria heteroseksual (normal).

Masih beranikah melakukan seks menyimpang?

Ilustrasi: Lukisan Karya Peter Paul Rubens “The Flight of Lot and His Family from Sodom”.

BERIKAN KOMENTAR

M Musleh Adnan
Muballigh Madura yang kini menetap di Pamekasan. Disayang dan menyayangi masyarakatnya.

LGBT: Ketika Seruan Nabi Luth Tak Lagi Didengar!

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Image
Photo or GIF