Ekspresi Keberagamaan Muslim Kelas Menengah

Menurut Wasisto (2016) dalam Politik Kelas Menengah Muslim Indonesia bahwa kelas menengah Muslim Indonesia sedang membangun identitas baru dalam beragama.


Berhijab, jilbab mewah, hijab penuh dengan pernak-pernik, pergi umrah plus, mengikuti jamaah pengajian berkelas di TV, ikut serta jamiyyah dzikir, serta rajin sedekah ke panti asuhan anak yatim piatu adalah fenomena lazim muslim perkotaan yang muncul sejak lima tahun terakhir. Kesalehan seperti ini, sudah dari dulu menjadi ciri khas bagi muslim perkotaan.

Berbagai macam bentuk kesalehan keislaman mulai bermunculandi daerah perkotaan seakan tanpa tendensi lain, kecuali pengabdian kepada Allah (Tuhan) yang maha pemberi rezeki dan maha murah kepada seluruh umat manusia, termasuk umat Muslim Indonesia. Tentu saja sebagian umat Islam tetap bangga bahwa apa pun yang dikatakan orang, fenomena ramainya umat Muslim berhijab, berjilbab, umrah plus, ramainya jamiyyah pengajian, dan seterusnya adalah pertanda kegiatan keislaman mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Fenomena seperti ini banyak kita jumpai di bulan biasa lebih lagi di bulan Ramadhan, banyak sekali yang menawarkan produk ataupun jasa yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Dengan berbagai produk yang di tawarkan, pasar kelas menengah muslim semakin menggeliat ketika bulan puasa Ramadan semakin dekat. Kebutuhan akan berbagai produk dan jasa meningkat tajam selama bulan Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri. Produk-produk terkait makanan dan minuman semakin diburu untuk keperluan buka puasa, permintaan akan produk baju dan apparel juga meningkat menjelang lebaran.

Baca Juga:   Donald Trump, Preman di atas Preman

Mal-mal dan pusat-pusat perbelanjaan mulai bersolek dan menawarkan berbagai program-program belanja untuk menarik perhatian konsumen, hotel-hotel juga memberikan berbagai paket khusus Ramadhan mulai dari paket buka puasa bersama sampai sahur bersama. Semakin mendekati lebaran, permintaan produk terkait keperluan mudik seperti transportasi, akomodasi, pun meningkat. Mudik sudah menjadi festival tahunan masyarakat muslim Indonesia.

Gairah keberagamaan juga kita bisa lihat dengan semakin maraknya perempuan yang mengenakan jilbab. Dengan menggunakan trademark baru yang bernama hijab, kini perempuan muslimah Indonesia tidak malu-malu lagi bergaya dengan pakaian hijabnya. Bagi mereka, hijab bukan sekadar pakaian yang menutup aurat tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup muslimah masa kini. Seharusnya mengenakan hijab bagi muslimah mewujud dalam pribadinya, bukan hanya berfungsi sebagai penghias diri bagian luar saja. 

Baca Juga:   Ekspresi Musikal, Spiritualitas dan Anasir Keindahan

Sehingga ini yang terjadi, simbol-simbol agama itu berkorelasi dengan konsumerisme di kalangan muslim perkotaan, kesadaran terhadap produk halal meningkat, gerai dan toko pakaian muslim dan hijab merebak. Acara-acara TV juga dibanjiri berbagai hal yang berbau “islami”.

Menurut Wasisto (2016) dalam Politik Kelas Menengah Muslim Indonesia bahwa kelas menengah Muslim Indonesia sedang membangun identitas baru dalam beragama. Itulah identitas kesalehan sebagai kesalehan sehari-hari yang sifatnya mudah, tetapi bermakna bagi para pelakunya sebagai pembeda dengan kelas sosial lainnya yang hadir di masyarakat luas.

Sejatinya, ada banyak cara bagi seseorang untuk menghadirkan kesalehan ke tengah publik yang modern. Salah satunya adalah dengan sering muncul di tempat-tempat pengajian yang berkelas bersama para artis sinetron, ataupun ustaz tersohor. Tentunya dengan didampingi bintang iklan produk-produk kecantikan, pakaian, minuman, ataupun makanan suplemen lainnya.

Baca Juga:   Tasawuf ala Nabi Muhammad SAW

Ekpresi atau perilaku seperti ini lah dalam bahasa kelas menengah Muslim, semua itu dilakukan dengan argumen bahwa kesalehan tidak harus miskin. Kesalehan tidak harus antibelanja. Dan juga kesalehan tidak identik dengan kekumuhan yang menyebalkan. Bagi kelas menengah Muslim, kesalehan itu juga belanja, bermewah-mewahan, serta mewujudkan kebahagiaan dunia. Menjadi muslim kelas menengah adalah pilihan bagi setiap individu muslim. Wallahu A’lam bi as-Showaf.

Sumber Ilustrasi.

BERIKAN KOMENTAR

Ekspresi Keberagamaan Muslim Kelas Menengah

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Image
Photo or GIF